TAHUN BARU ISLAM

awal tahun baru bagi umat Islam di seluruh dunia termasuk Indonesia. Di Indonesia, peringatan tahun baru islam selalu diperingati secara meriah dengan diisi berbagai acara baik berkumpul dengan keluarga ataupun berkeliling kota. Selain itu, ada juga beberapa tradisi yang dilakukan bertepatan awal tahun islam berlangsung seperti Grebeg sura, tradisi mandi di tempat keramat, dan tausyiah di masjid.

Lebih lanjut, awal tahun baru islam juga memiliki makna yang mendalam bagi setiap muslim karena Makna tersebut lahir dari menegaskan kembali pentingnya menerapkan akhlak mulia dalam kehidupan yang bersumber dari Al-Quran. Meskipun demikian, Pemaknaan awal ialah peristiwa hijrah Rasulullah dan para sahabatnya dari Mekah ke Madinah merupakan tonggak sejarah yang monumental dan memiliki makna yang sangat berarti bagi setiap Muslim. Pasalnya, hijrah merupakan tonggak kebangkitan Islam yang semula diliputi suasana dan situasi yang tidak kondusif di Mekkah.

Berikutnya, hijrah mengandung semangat perjuangan tanpa putus asa dan rasa optimisme yang tinggi, yaitu semangat berhijrah dari hal-hal yang buruk kepada yang baik, dan dari hal-hal yang baik ke yang lebih baik lagi. Rasulullah SAW dan para sahabatnya telah melawan rasa sedih dan takut dengan berhijrah, meski harus meninggalkan tanah kelahiran, sanak saudara, dan harta benda mereka.

Terakhir ialah hijrah mengandung semangat persaudaraan, seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW saat beliau mempersaudarakan kaum Muhajirin dan kaum Anshar. Bahkan beliau telah membina hubungan baik dengan beberapa kelompok Yahudi yang hidup di Madinah dan sekitarnya pada waktu itu.

Jika melihat keadaan Indonesia sekarang ini, nampaknya perlu makna awal tahun baru Islam diterapkan. Keadaan Indonesia terakhir diwarnai dengan aksi kerusuhan di Papua, Pemberitaan hox, Konflik antar tokoh politik, Korupsi serta yang terakhir ialah pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur. Akibat dari itu semua membuat Indonesia rawan akan perpecahan sehingga sangat disayangkan karena bangsa yang besar ini sudah dirawan dan dibesarkan oleh pendahulu kita hancur.

Semua keadaan Indonesia diatas sepantasnya sudah disingkirkan dan mengutamakan nilai-nilai dalam makna awal tahun baru Islam yakni Hijrah. Hijrah yang berarti semangat perjuangan tanpa putus asa dan optimistisme tinggi harus menjadi pegangan erat bagi masyarakat Indonesia. Dengan nilai-nilai hijrah, masyarakat Indonesia bisa menekan sedini mungkin konflik yang muncul. Akan lebih baik jika nilai hijrah juga dipegang dalam menyelesaikan permasalahan karena tidak selamanya konflik diselesaikan dengan baku hantam.

Selain itu, jika kita terus-menerus terkutat dalam keadaan seperti ini bukan tidak mungkin nilai-nilai Islam atau bahkan nilai kebhinekaan yang telah dipegang secara turun-temurun akan luntur. Dampak yang serius ialah kita akan mudah terpengaruh oleh setiap pemberitaan yang belum tahu benar atau tidaknya. Oleh karena itu, mari kita rayakan dan memaknai tahun baru hijriyah dengan menyebarkan cinta, kebaikan, dan kasih sayang pada segenap makhluk Allah yang ada di alam semesta utamanya Indonesia tanpa konflik.

Momentum awal tahun baru Islam bagi kaum Muslimin agar terus mampu dalam berkreasi, menjunjung tinggi hak asasi manusia, menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, menciptakan birokrasi yang modern, yang transparan, rapi dan bersih.

Pada akhirnya,makna hijrah paling penting adalah mencari dan  menentukan tempat yang lebih baik untuk meninggalkan tempat yang buruk. Artinya, dengan hijrah tersebut bisa menjaga keimanan dan akhlaq seseorang. Selain itu, makna hijrah juga bisa diartikan meninggalkan kemaksiatan menuju ketaatan. Setelah hijrah tentunya diiringi dengan sikap tanpa merasa paling benar dan taat di hadapan orang yang belum hijrah. Salam.

Tinggalkan komentar